SUBANG.(MSS),–Sejarah yang namanya Ciasem ternyata sudah ratusan tahun ada, akan tetapi terbentuknya Kecamatan Ciasem sejak tanggal 8 Maret 1968.
Hal tersebut terungkap pada Milangkala Kecamatan Ciasem yang Ke-58 ketika salah seorang panitia, Yono memberikan penjelasan tentang Ciasem.
Nama Ciasem pertama kali tertulis dalam sumber sejarah. Ciasem menjadi bagian titik garis depan pasukan Mataram dibawah Sultan Agung saat melawan VOC di Batavia.
“Tertulis dalam surat Sultan Mataram kepada penguasa Cirebon pada 8 Januari 1632” jelas Yono. Senin,(29/06/2026).
Menurutnya, masa perkebunan onderneming Ciasem menjadi wilayah Kademangan dibawah perusahaan P&T Landen milik Tuan Hofland dari Tahun 1853-1908.

Kemudian tambahnya, tahun 1917 Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Kademangan Ciasem menjadi bagian dari wilayah Afdeling Subang dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Besluit van Gouverneur General No.12 1917.
“Pada masa kemerdekaan RI Ciasem menjadi wilayah kewedanaan Purwakarta berdasarkan Lembar Negara No.12 Tahun 1951 setelah Jawa Barat berubah status dari Negara Pasundan menjadi Provinsi di Republik Indonesia” jelasnya.
Kemudian lanjutnya, tanggal 29 Juni 1968 melalui penerbitan Undang-undang No.4 Tahun 1968 Pemerintah RI memekarkan Kabupaten Purwakarta menjadi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang sistem kewedanaan dihapus diganti menjadi Kecamatan Kabupaten Subang kemudian dibagi menjadi 11 kecamatan.
Hal sama diungkapkan Camat Kecamatan Ciasem, Eza Zhaethon T. Anshari AP M,Si. Dari 11 kecamatan tersebut masing-masing, Kecamatan Subang, Pamanukan, Pagaden, Kalijati, Binong, Pusakanagara, Cisalak, Ciasem, Purwadadi, Pabuaran dan Kecamatan Sagalaherang.
“Tanggal 29 Juni 1968 inilah oleh Tim dijadikan sebagai Hari Jadi Kecamatan Ciasem yang menjadi landasan “pungkasnya.(AM)
