SUBANG.(MSS ),–Para petani di pantura Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang merasa sumringah. Pasalnya, hasil panen kali ini hasilnya dirasakannya melimpah.
Selain hasil panennya melimpah ditambah dengan harga padi yang dirasakan oleh para petani cukup memuaskan.
“Panen kali ini hasilnya cukup mengalami peningkatan selain bagus juga harganya lumayan tinggi” jelas salah seorang petani asal Desa Ciasem Baru, Dul Halim. Selasa (15/09/2026).
Menurutnya, hasil panennya seluas satu hektar bisa meraup hasil Rp.80 juta perhektar. Itu harga saat ini minimal dan maksimalnya bisa Rp.88 juta perhektar untuk jenis padi ketan.
Hasil panen yang cukup membuat para petani tersebut merasa memuaskan karena kondisi untuk pertama mulai panen di daerahnya, sehingga produksi padi belum banyak membuat harganya tinggi.
Hal sama diungkapkan petani lainnya, Bukhori, harga padi untuk saat ini bisa mencapai Rp.8 ribu/kg hingga Rp.8400/kg. ” Untuk harga padi masih mahal tetapi kemungkinan bisa saja minggu depan dan berikutnya bisa saja harganya mengalami penurunan” katanya.
Menurutnya, tanaman padi pada musim kali ini terutama yang bisa panen sekarang tidak banyak hama yang menyerang sehingga membuat tanaman hasilnya melimpah.

Sementara Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ciasem, H. Anwar membenarkan jika panen pada musim kali ini membuat para petani sumringah terutama di desa-desa yang ada di wilayahnya yang sudah waktunya dipanen.
“Baru beberapa desa yang sudah memulai panen dan belum semuanya desa memanen tanaman padinya” ujarnya.
Menurutnya, dari sembilan desa hanya tinggal sekitar tiga desa yang belum panen masing-masing, Desa Pinangsari, Sukahaji dan Desa Ciasem Girang.
Sedangkan desa yang lainnya, saat ini sedang melakukan panen.
“Dari seluas areal sawah 6364 hektar yang ada di wilayah kami baru seluas 3081 hektar yang sudah dipanen” jelasnya.
Dikatakannya, tanaman padi yang sekarang ini dipanen cukup bagus karena maksimalnya unsur cahaya matahari sehingga tanamannya bagus. Selain itu faktor pengairan yang cukup sehingga bisa menumbuh kembangkan tanaman padi para petani.
“Dengan hasil yang maksimal bisa membuat semakin semangat para petani untuk melakukan penanaman padi untuk komoditas pangan terutama untuk generasi berikutnya” pungkasnya.(AM)
