Puluhan Hektar Sawah di Ciasem Terancam Tak Bisa Tanam

Jabar

SUBANG.(MSS),-Sejumlah petani di Kecamatan Ciasem terpaksa harus ekstra keras berusaha untuk mengairi lahan sawah mereka.
Pasalnya, lahan sawah yang selama ini menjadi tempat mata pencahariannya terancam mengalami kekeringan.
Untuk mengatasi mitigasi kekeringan tersebut mereka menggunakan mesin diesel sebagai alat untuk menyedot air dari sungai.
“Kalau hanya mengandalkan air hujan atau saluran irigasi bisa tidak tanam padi makanya kami menggunakan sistem pompanisasi”ungkap salah seorang petani asal Desa Dukuh, Endi.
Menurutnya, lahan sawah mereka jika dibiarkan dan menunggu air datang maka tak bisa diharapkan karena sudah lama mengalami kering.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ciasem, H.Anwar ketika dikonfirmasi Selasa (23/06/2026) membenarkan jika areal sawah di wilayahnya sudah mengalami kekurangan air hingga puluhan hektar.
Pihaknya sudah melakukan pendataan areal sawah yang mengalami kekeringan.
“Mitigasi data yang terancam mengalami kekeringan masing-masing, Desa
Dukuh seluas 57 Ha,
Jatibaru 10 Ha
Ciasem hilir 10 Ha
Ciasem tengah 15 Ha
sehingga jumlah total 95 hektar” jelasnya.
Pihaknya mengharapkan para petani hemat dalam penggunaan air irigasi untuk budidaya padi. “Lakukan gilir giring air (bergiliran) dan pengaturan air secara partisipatif serta
optimalkan sumber air yg ada dengan menggunakan mesin pompa air” pungkasnya.(AM)