Jumat Curhat Kah di Dangdeur, Wakapolres Subang Respons Keluhan Warga soal Curanmor Hingga Balap Liar

Pemerintahan

SUBANG.(MSS ),3– Menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Wakapolres Subang Kompol Fajri Anbiya, S.I.K., M.I.K., menggelar kegiatan Jumat Curhat Kah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga di Masjid Jamie Al-Barokah, Jalan Arief Rahman Hakim No. 59, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 85 orang. Turut mendampingi Wakapolres, Kapolsek Subang AKP Endang Suganda, Kasat Intelkam AKP Tedi Triyono, S.Pd., M.M., Kasat Binmas AKP Kuswan, serta Kasi Propam IPTU Gumilar Prasetya.

Melalui program Jumat Curhat Kah, Polres Subang membuka ruang dialog secara langsung agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, kritik, dan saran, sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Subang menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan kamtibmas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, upaya menciptakan situasi yang aman dan nyaman membutuhkan sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Diperlukan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar keamanan dan ketertiban di Kabupaten Subang dapat terus terjaga,”tegasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga Desa Dangdeur menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor dan kejahatan lain yang kerap dikhawatirkan terjadi pada malam hari hingga menjelang subuh.

Warga juga menyoroti aktivitas kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam karena dinilai berpotensi memicu tawuran, balap liar, maupun penyalahgunaan minuman keras. Selain itu, masyarakat berharap patroli kepolisian dapat lebih menjangkau titik-titik rawan, termasuk gang permukiman dan lokasi yang minim penerangan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakapolres Subang menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan, termasuk meminta para Kapolsek jajaran mengevaluasi rute patroli melalui kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan), terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan.

Polres Subang juga akan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan persuasif kepada kalangan remaja, memberikan edukasi di lingkungan sekolah maupun RT/RW, serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Wakapolres turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Warga diminta segera melaporkannya melalui Call Center Polri 110 agar petugas dapat menindaklanjuti laporan sesuai prosedur.(Eddy Muteh)